Bahaya Zina

Bahaya Zina

Shahabat Ibnu Mas’ud RA pernah berkata,”Tidaklah tampak riba dan zina disatu tempat kecuali Allah akan mengizinkan kehancuran tempat itu.”Perzinaan adalah satu diantara tiga dosa terbesar setelah syirik dan pembunuhan.Ia adalah dosa yang bias merusak keharmonisan tatanan alam.Karena didalamnya ada perusakan nasab,penghancuran kehormatan harga diri,penyeretan perempuan pada perbuatan nista,munculnya berbagai kedzholiman,kebencian dan permusuhan,hingga melahirkan pembunuhan.Menurut Imam Ahmad,tidak ada yang lebih besar kerusakannya setelah pembunuhan selain perzinaan.Allah ‘Azza wa Jalla telah melarang hamba-Nya mendekati zina,melalui firman-Nya:”Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji,dan seburuk-buruk jalan.” (Al-Isro’ 32)
Sedang yang bagi telah berzina,Allah menjatuhkan sanksi berupa hokum bunuh dengan cara yang paling hina,dirajam.Kalau pelakunya belum menikah,Allah mengganjarnya dengan gabungan dua hukuman;bagi fisiknya dengan dicambuk seratus kali,sedang bagi hatinya dengan pengasingan dari tempat tinggalnya selama satu tahun.Allah masih menambahinya dengan larangan mengasihani para pelaku zina dan hendaklah pelaksanaan hukuman itu disaksikan oleh sekelompok orang beriman.
Hari-hari ini,kajian tentang bahaya zina inilah yang sedang dikaji oleh Pak Nardi.Lengkap dengan kisah yang diriwayatkan Imam Bukhori dalam shohihnya tentang ‘Amru bin Maimun Al-Awadi RA yang berkata,”Semasa jahiliyah,saya pernah melihat seekor kera jantan yang berzina dengan seekor kera betina.Maka kera-kera yang lain mengepung keduanya,kemudian merajam keduanya hingga mati.”Pak Nardi tercekam.
Dia tersadarkan akan seriusnya masalah zina ini.Apalagi beberapa waktu yang lalu dia baru saja membaca laporan penelitian Iip Wijayanto terhadap 1660 mahasiswi 16 perguruan tinggi di Jogjakarta.Data itu menyajikan fakta mengerikan mengenai perilaku perzinaan dikalangan mahasiswa.
Bayangkan; 97,05% dari para mahasiswi itu telah kehlangan keperawanannya selama kuliah.25% diantaranya malah melakukan perzinaan dengan lebih dari satu partner.Pak Nardi teringat seorang gadis manis tetangganya yang berjilbab,namun terpaksa menikah karena terlanjur hamil.Tetangga yang lain malah bingung memilih ‘bapak’ bagi si anak yang dikandungnya,karena semua laki-laki yang pernah tidur bersamanya tak ada yang mau bertanggung jawab.
Semula Pak Nardi menanggapinya dengan enteng,toh jaman memang sudah berubah.Namun sejak mengikuti kajian itu,dia mulai dilanda kecemasan.Teringat akan perkataan Imam Ibnul Qoyyim,”Sunnah Allah telah berlalu ditangan makhluq-Nya,bahwa Dia akan murka saat zina sudah merajalela.Saat kemurkaannnya bertambah,maka Dia akan menampakkannya di bumi dengan bencana.”
Tahun ini,Risa putrinya memasuki bangku kuliah.Meski bangga karena putrinya diterima di Fakultas Kedokteran Universitas terkemuka,tetap daja terbesit kekhawatiran akan pergaulannya nanti.Dia ngeri membayangkan jika Risa nantinya larut dalam pergaulan yang salah.Jika demikian yang terjadi,bukankah status mahasiswi tidak lagi menjadi pertanda kecerdasan seseorang?? Masih jauh lebih cerdas dan mulia dari penggembala kambing ang tidak mau menjual kambing majikannya kepada Umar bin Khoththob RA degan jawaban diplomatis,”Lalu dimana Allah??” Tapi apakah dia harus melarang putrinya yang berotak encer itu kuliah??
Perang batin itulah yang membuatnya memanggil putrinya untuk berdialog.Dia ingin menumpahkan unek-unek yang merisaukan hatinya.Dia ingin mendapat jaminan bahwa putrinya bias menjaga diri dan tetap istiqomah mewujudkan cita-citanya.Seorang dokter perempuan yang handal yang berguna bagi manusia sekitarnya.
Dan pagi itu,seolah mengeti apa yang dipikirkan ayahnya,Risa berkata,”Abah ndak usah khawatir.Ananda aktif mengikuti kajian Islam untuk memantapkan iman.Juga memilih pesantren mahasiswa sebagai tempat kost.Kalaulah ananda lemah,Insya Allah ad teman-teman ananda yang bias menjaga dan mengingatkan.Abah doakan ananda ya?!”
Mata bening itu memantulkan keharuan.Garis-garis wajah itu melukiskan kebanggaan yang dalam.Seucap syukur lepas dari mulutnya yang tersenyum,”Alhamdulillah ya Allah,Engkau beri hamba seorang anak sholihah.Bimbinglah dia agar tetap istiqomah di jalan-Mu.”
Namun bayangan manusia yang gagal belajara dari kera tetap berloncatan dikepalanya.Kalau tidak segera berbuat,kita sebenarnya sedang menunggu adzab,desisnya perlahan.

One Response to “Bahaya Zina”

  1. hidayat07 Says:

    COBA BACA YANG INI DONK


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: